Direktur Pembinaan Paud Ditjen Paud dan Dikmas Menyambangi Guru Paud dan Mitra Paud di Sulteng

Direktur Pembinaan Paud ditjen Paud dan Dikmas Dr. Muh. Hasbi, didampingi Kepala BP Paud dan Dikmas Sulteng Drs. Arman Agung, M.Pd

Suara Edukasi/18/1/2019.

Bertempat di Aula Kantor BP Paud dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 18 Januari 2019, dilaksanakan kegiatan Koordinasi Program Paud tahun 2019 yang dihadiri langsung oleh Direktur Pembinaan Paud Ditjen Paud dan Dikmas Kemendikbud Dr. Muh. Hasbi, dengan peserta para Kepala/Pengelola TK, PAUD dan KB, serta Ketua Himpaudi dan IGTKI Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan diawali dengan pengantar dari Kepala BP Paud dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Arman Agung, M.Pd.

Dalam Paparannya Dr, Muh. Hasbi mengatakan bahwa saat ini, pendidikan Paud telah menjadi suatu kekuatan besar, dengan diterbitkannya dua buah dasar Hukum yang merupakan pijakan dalam pengembangan Pendidikan Anak usia dini, yakni Peraturan Pemerintah No 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, dan Permendikbud NO. 32 tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan, kedua undang-undang ini adalah merupakan instrumen dalam pengambilan kebijakan pengembangan PAUD, ujar Direktur Paud.

Selain itu Mantan Kepala Pusat Pengembangan PAUD dan Dikmas Regional I Bandung Jawa Barat, mengatakan bahwa saat ini di Indonesia jumlah anak yang berumur 5 – 6 tahun berjumlah sekitar 14,2 jt jiwa, namun demikian dari jumlah tersebut yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) baru sekitar 3,8 jt jiwa, kalau ini diambil sebagai parameter maka sesungguhnya Angka Partisipasi Murni dari anak usia 5 dan 6 tahun yang tersebar ke satuan-satuan PAUD baik itu TK maupun Kelompok Bermain, sesungguhnya tidak lebih dari 40%, padahal menurut Hasbi, hal ini sudah menjadi urusan Wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang tersebut, hal ini mengindikasikan bahwa masih banyak sekali anak usia 5 dan 6 tahun yang belum mengenyam pendidikan Anak Usia Dini (AUD) sebelum sebelum mereka masuk ke jenjang pendidikan dasar. Menurutnya mengapa hal ini menjadi penting, karena berdasarkan beberapa hasil riset didapatkan bahwa anak yang mengikuti pendidikan AUD sebelum masuk SD, pertama : Ia akan memiliki kesiapan bersekolah yang lebih baik, kedua anak tersebut memiliki kemungkinan DO lebih kecil, dan ketiga anak tersebut akan memiliki prestasi yang lebih baik di banding dengan anak yang langsung masuk SD tanpa mengikuti pendidikan AUD.

Dalam kesempatan ini, Muh. Hasni yang juga Mantan Kepala BP PAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan secara gamblang mensosialisasikan Permendikbuk No. 32 tahun 2018, beliau mengatakan bahwa di awal tahun ini pihaknya telah dan akan berkunjung kesemua daerah guna mensosialisasikan permendikbud tersebut, karena hal ini sangat urgent dan merupakan pijakan pengembangan pendidikan PAUD di daerah. salah satu Amanah dari permendikbud No. 32 tahun 2018 tersebut, bahwa setiap Daerah harus mengalokasikan dana sebagai upaya untuk meningkatkan Kualitas pembelajaran di setiap satuan PAUD melalui peningkatan kualifikasi dan konpetensi guru dan pengalokasian pembelian Alat dan sarana kegiatan belajar mengajar. Begitu pentingnya Permendikbud ini, maka Direktur Pembinaan Paud ini, menitipkan kepada seluruh peserta, khususnya kepada Himpauda dan IGTKI, kiranya dapat meneruskan sosialisasi ini ke pemerintah daerah setempat.

Diakhir paparannya Direktur meminta kepada semua peserta untuk kiranya lebih aktif melakukan gerakan dan menghimbau kepada satuan PAUD untuk masuk dan mendaftarkan anak-anak nya pada Dapodik, menurutnya hingga kini jumlah anak yang terdaftar di Dapodik baru sekitar 6,2 jt jiwa, padahal dana yang tersedia diperuntukkan untuk sejumlah 7,4 jt jiwa. hingga kini masih ada anggaran sebesar 600 M yang diperuntukkan untuk DAK-BOP PAUD non fisik, kenapa hal ini penting karena untuk mengakses dana tersebut, salah satu jalannya hanya melalui data Dapodik, pungkas Hasbi dengan rasa penuh permintaan kepada semua peserta agar lebih pro aktif mensosialisakan gerakan mendaftarkan anak didik di Dapodik.

sebagai penutup direktur menyampaiakan keinginananya di awal Februari tahun 2019 ini, ada dua gerakan yang akan di laksanakan, yakni gerakan Satu data untuk Paaud, dan Gerakan Kedua Adalah Gerakan Satuan Paud Masuk Dapodik. Khususs untuk Gerakan Pertama, Kepala BP Paud dan Dikmas Sulteng mengatakan bahwa pihaknya saat ini sementara melakukan pengembangan Sistem tersebut. Atas kreatifitas tersebut, Direktur Pembinaan PAUD mengapreasiasi apa yang telah dilakukan oleh Pihak BP PAUD dan Dikmas Sulteng, dan bahkan menurutnya kalau hal ini berhasil, maka BP PAUD dan Dikmas Sulteng akan dijadikan tempat Benchmarking dalam kegiatan ini, Ujar Muh. Hasbi, sambil pamit kepada semua peserta untuk segera kembali ke Jakarta. (Suara Edukasi#bj.)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *